Updates from August, 2011 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Herlina 2:50 pm on 12 August 2011 Permalink | Reply  

    Bintang 

    hari itu, seorang malaikat melintasi bimasakti

    menunjukkan satu bintang, paling cemerlang dari semua

    terang, berkilau…….di hamparan langit gelap

    saat segalanya perlahan redup, satu bintang bersinar pasti

    tak tersadari……….

    mengisi langit beribu malam

    malaikat itu berbisik, kapanpun kamu ingin bertemu

    tunjuk saja satu bintang, dia akan selalu ada

    karena dia telah berjanji…….

    (malam, saat berbincang dengannya)

     
  • Herlina 2:46 pm on 12 July 2011 Permalink | Reply  

    Karena Dia Lebih Dulu 

    Ketika Dia memanggilku lembut,

    aku tau itu bukan karena hatiku murni

    tapi karena aku telah tersesat

    Ketika Dia mendekapku erat,

    aku tau itu bukan karena hidupku berkenan pada-Nya

    tapi karena aku telah berpaling jauh dari-Nya

    Dengan kasih sebesar itu, bagaimana bisa aku berkata tidak ?

     

    -Anonim-

     

     

     
  • Herlina 4:14 am on 3 June 2011 Permalink | Reply
    Tags: hujan bulan juni, ,   

    Hujan Bulan Juni – Sapardi Djoko Damono 

     

    tak ada yang lebih tabah

    dari hujan bulan juni

    dirahasiakannya rintik rindunya

    kepada pohon berbunga itu

    tak ada yang lebih bijak

    dari hujan bulan juni

          dihapusnya jejak-jejak kakinya

        yang ragu-ragu di jalan itu

    tak ada yang lebih arif

    dari hujan bulan juni

    dibiarkannya yang tak terucapkan

    diserap akar pohon bunga itu

     

     
  • Herlina 12:09 am on 2 April 2011 Permalink | Reply
    Tags: aku ingin, puisi, ,   

    Aku Ingin 

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan kata yang tak sempat diucapkan
    kayu kepada api yang menjadikannya abu

     

     

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
    awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

     

     

    • Sapardi Djoko Damono -
     
  • Herlina 9:16 pm on 25 October 2010 Permalink | Reply
    Tags: doa   

    DOA 

    Doa itu seperti kebun. Peliharalah maka doa akan berbuah

    Berdoalah di mana saja Anda berada, Tuhan ada di mana-mana

    Jika Anda menginginkan sesuatu, bertanyalah pada diri Anda sendiri, “Apakah saya menginginkan hal yang dikehendaki Tuhan ? “

    Tuhan menghendaki kebaikan sejati Anda

    Bila doa Anda menjadi rutin dan kering, teruskan saja

    Tanah yang kering kerontang menyambut datangnya hujan

    Bila karena sesuatu hal Anda tidak bisa berdoa, bersantailah saja

    Keinginan untuk berdoa itu sudah merupakan doa

    Bila Anda merasa sedih atau menyesal, menangislah

    Air mata adalah doa dari hati

    Jika doa membuat Anda jadi pasif dan acuh tak acuh, itu bukanlah doa

    Doa sejati akan membuahkan kepedulian dan pelayanan

    Gunakanlah saat-saat tenang untuk berdoa

    Ketenangan menarik Anda kepada Sang Maha Besar

    Bila hati Anda dipenuhi rasa syukur, biarkanlah demikian

    Roh Allah sedang berdoa di dalam diri Anda

    Berdoalah dalam tidurmu

    Tidur adalah doa manusia yang merasa aman dalam cinta Tuhan

    Berdoa adalah bernafas

    Lakukanlah dalam-dalam dan Anda akan dipenuhi dengan kehidupan

    Doa dasar dari segala sesuatu yang akan kita perbuat

    DIA hanya sejauh doa

    (Doa adalah Sumber Kekuatan, Kelompok Doa Santa Monica Patrisius Semarang)

     
  • Herlina 3:35 am on 2 June 2010 Permalink | Reply
    Tags: , bahagia, , , gereja, jari, , kidal, , stroke   

    Belajar Bersyukur Lagi 

    “Her, jari-jari lo lucu ya bentuknya, kayak kacang panjang :) ” . Itu kata Tania, salah satu teman dekat saya di SMP, orang pertama yang dengan pas menggambarkan bentuk jari-jari saya he-he-he……Salah satu hal yang saya sukai dari Tania adalah keterusterangannya, bicara apa adanya :) Salah satu teman yang saya rasakan ketulusannya meskipun kadang saya kaget-kaget mendengar nada suaranya yang saya rasa akan menyulitkan pacarnya ketika mau ngobrol romantis dengan bisik-bisik  hi-hi-hi…..

    Kembali ke soal jari,  sejak saya menyadari (saya lupa kapan tepatnya, yang pasti sudah cukup lama :p) bentuk jari saya berbeda dengan kebanyakan orang saya jadi sering minder. Bagaimana ya, saya melihat jari orang lain kok bentuknya bagus, lentik dan luwes ….Beda banget dengan jari saya yang kaku, bengkok, seperti kata Tania, mirip kacang panjang :) Saya jadi sering grogi kalau harus menggunakan atau memperlihatkan jari-jari saya di depan orang. Nah, kebayang khan betapa seringnya saya grogi karena mau tidak mau saya harus menggunakan jari-jari saya, untuk menulis, bersalaman,makan, memberikan atau menerima sesuatu, dll.

    Dulu saya bahkan pernah berharap ada operasi yang bisa memperbaiki fungsi jari-jari saya dan membuatnya kelihatan normal seperti sebelum saya mengalami sakit arthritis :) Dan mungkin sebenarnya memang bisa tapi tentunya dengan biaya yang mahal, yang tidak terjangkau oleh orangtua saya pada waktu itu. Sampai sekarang juga belum mampu sih :) Jadi semakin menyadari betapa mahalnya biaya kesehatan he-he-he-he…..

    Seiring berlalunya waktu, saya semakin bisa menerima jari-jari kacang panjang saya :) Saya memang bukan tipe orang yang berlama-lama menyesali sesuatu he-he-he…..Lagipula keluarga dan teman-teman saya menerima saya apa adanya, bahkan kami sering bercanda soal jari kacang panjang saya ini :) Sesekali memang orang-orang kadang menatap jari saya dengan ekspresi heran tapi saya sudah terbiasa dengan hal itu dan cuma tersenyum :p

    Semakin bisa menerima bukan berarti hilangnya semua rasa minder :) Terkadang saya masih merasa grogi ketika ada orang yang menatap tangan saya dengan begitu takjubnya. Dalam hati cuma bisa bilang, pasti orang baru nih, kelihatan dari ekspresinya ha-ha-ha-ha….

    Kurang lebih tiga minggu yang lalu, saya misa pagi bersama keluarga kakak saya. Hari Minggu itu kami lebih terlambat dari biasanya (biasanya juga terlambat tapi tidak segitunya :p)  karena menunggu ponakan-ponakan saya yang bangun kesiangan dan ditambah kesulitan dapat parkir. Dan seperti biasa juga kami duduk di teras gereja, supaya ponakan-ponakan saya yang masih balita itu tidak mengganggu umat lain kalau mereka “berkeliaran” dan tidak bisa duduk tenang :) Saya duduk di sebelah laki-laki yang masih cukup muda, saya rasa umurnya sekitar 30-an, tubuhnya tegap, tinggi dan terlihat sehat.  Ini baru saya perhatikan belakangan karena sejak awal misa saya merasakan panas matahari yang lumayan menyengat karena posisi duduk  yang pas terkena matahari  dan pagi itu amat sangat cerah sekali :)   Saya cuma agak heran karena dia membuat tanda salib dengan tangan kiri tapi saya pikir mungkin dia memang kidal.  Ternyata bukan……Hal ini baru saya ketahui sewaktu salam damai, dia menggunakan tangan kiri untuk bersalaman tapi saya melihat bahwa tangan kanannya tidak bisa digerakkan, terlihat  kaku  dan kaki kanannya juga begitu ( yang ini baru saya sadari sewaktu melihat dia berjalan untuk komuni).  Saya baru ngeh, sepertinya dia pernah mengalami serangan stroke.

    Ketika pulang dari gereja saya jadi berpikir, saya cukup beruntung ya karena jari kacang panjang saya masih bisa digerakkan, masih bisa berfungsi meskipun mungkin tidak sebaik jari-jari yang normal. Masih bisa untuk bersalaman, menyuap makanan, memegang, menulis, mengetik blog ini dan masih banyak lagi…..Jadi bertambah lagi alasan untuk menerima diri saya apa adanya :)

    Saya menyadari keseluruhan diri saya adalah anugrah yang diberikan Tuhan dan semuanya sudah disesuaikan dengan rencana-Nya, ada hal yang bisa saya rubah dan ada yang tidak. Tapi terkadang saya malah ingin merubah semuanya :) Ingin tubuh yang lebih langsing, lebih tinggi, hidung lebih mancung, kulit lebih halus, rambut lebih indah. Wajar sih, namanya juga manusia, selalu ingin yang lebih baik. Cuma terkadang dalam proses mendapat yang lebih baik itu saya lupa pada apa yang lebih penting, perasaan bahagia dari dalam diri. Ketika perasaan bahagia itu tidak ada, apapun yang saya punya selalu terasa kurang, selalu menginginkan lebih, lagi dan lagi…..Dan saya mencarinya di luar diri saya, mengira bahwa dengan memiliki lebih banyak, lebih bagus, lebih indah maka saya akan bahagia. Sepertinya saya cuma harus belajar untuk bersyukur lagi :)

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 33 other followers