Ingatan saya tentang ibu adalah sebuah sore di teras belakang rumah, makan jagung rebus (salah satu makanan favoritenya) dan mengobrol, bercanda, mendengar tawa riangnya yang kadang sampai mengeluarkan air mata . Lalu ibu saya akan bercerita tentang mantan pacarnya semasa remaja, tentang masa mudanya atau menyanyikan lagu-lagu mandarin dan menceritakan isi lagu itu (kata ibu saya lagu mandarin itu tidak bisa diterjemahkan tapi harus diceritakan ).
Ingatan tentang ibu bagi saya adalah kenangan yang hangat, sosok ibu yang penyayang dan ibu rumah tangga banget . Ibu yang bernyanyi di samping saya ketika saya sakit, yang menggendong saya sampai tertidur ketika saya rewel tengah malam, yang memarahi saya kalau bangun siang, yang mengirim paket masakannya ketika saya menjadi anak kos, yang mengantar saya ke kampus di hari pertama kuliah .
Tentu saja saya pernah bertengkar dengan ibu, melawan kata-kata ibu juga merasakan cubitan ibu di paha saya kalau ibu sudah lelah mengurus dan melihat kenakalan saya Tapi setiap saya mengingat ibu yang tergambar adalah kenangan indah bersamanya.
Kenangan saya bersama ibu tidak akan pernah hilang, kenangan berharga yang akan saya ceritakan pada anak dan cucu saya kelak. Karena pernah memilikinya sebagai ibu, saya tahu akan menjadi ibu yang seperti apa nantinya, sosok ibu yang hangat dan penyayang, yang mencintai tanpa syarat.
“Na, ini the best money I’ve ever spent ! “, kakak saya berkali-kali bilang begitu dan saya tahu harus menulis tentang penemuan ini .
Alat ini memang sekilas nggak terlalu beda dengan alat pel lain yang dijual di Ace Hardware, gagang panjang, kain pel yang bisa dilepas dan diganti serta tempat air. Bedanya adalah alat pemeras kain pel yang jadi satu dengan tempat airnya, dipisah dengan semacam penyekat. Dengan alat pemeras itu kita nggak perlu lagi memeras kain pel dengan tangan, cukup menginjak pedal yang ada di samping luar alat itu dan kain pelnya terperas dengan sempurna (nggak terlalu kering dan nggak terlalu basah :p). Gagang pelnya juga bisa berputar 360 derajat, bisa menjangkau bagian bawah meja rendah atau sofa dengan mudah
benda sederhana yang membuat bahagia )
Saya ingat setiap menjelang libur lebaran, yaitu menjelang pembantu pulang kampung, kakak saya pasti mencari alat pel yang bisa menghemat tenaga karena dia sangat tidak suka dengan lantai yang kotor dan bisa mengepel berkali-kali dalam sehari. Kami bahkan sering melakukan acara memporstex dan menyikat lantai rumah, kalau saya bilang “mencuci rumah” . Jadi, ini bukan alat pel pertama yang dia beli di Ace Hardware (yang terkenal dengan kelengkapan dan kepraktisan barang-barangnya) tapi baru kali ini saya mendengar dia begitu mengagumi alat pelnya hahahaha……” Sekarang gw bisa ngepel kapan aja, Na ” , dia juga bilang begitu . Saya ikut senang karena dia kelihatan sangat bahagia dengan alat pel itu hehehehe…
Sekarang, setiap pulang dari bepergian seharian dan pembantu diajak sehingga tidak sempat beres-beres rumah, hal pertama yang dilakukan kakak saya adalah mengepel seluruh rumah !
Iiihh… kakakmu miriiip sama daku..
Aku udh beli berbagai bentuk alat pel, dan skrg sdg terpesona sm magic mop.
Layak beli gak sih? bingung pula ada easy mop, magic mop, tornado, perfecy mop.. pusying milihnya
Waaaa….ternyata ada saingannya hahaha….Magic mop kakakku sih sekarang udah rusak ember yang buat peras airnya udah patah injakannya, karena terlalu sering ngepel or terlalu semangat injaknya kali ya ) Dia udah beli lagi tapi yg ini nasibnya juga sama xixixixi….Easy mop, tornado, perfecy aku malah baru denger tuh, gak mengikuti perkembangan mop sih hehehe….
Teman Facebook saya beberapa hari lalu menulis status ” @ imigrasi Soeta”, saya lalu tanya dia bagaimana antrian di sana, apakah berjubel seperti di Kelapa Gading dan apa issue soal kenaikan biaya itu benar. Kalau di sana tidak separah di Kelapa Gading dan kenaikan biaya itu benar, saya bela-belain deh ke sana meskipun jauh Ternyata……situasinya sama saja ! Teman saya itu bilang, di Soeta pakai ambil nomor dan batasnya 120 orang tapi meskipun sudah pegang nomor belum tentu bisa memasukkan berkas karena satu orang bisa memasukkan dua atau 3 berkas, dan dia juga antri dari jam 5 pagi ! Ampun deh…….!
Tapi akhirnya saya dapat info yang bisa (sedikit) dipercaya, kata teman saya karena parahnya antrian di sana akhirnya kepala imigrasi berpidato bahwa kenaikan biaya itu tidak benar. Horeeeeee…..! Tapi biasa deh, masyrakat tidak semudah itu percaya dengan kata-kata dari pejabat negara hehehehe…..Kemarin saya lewat imigrasi Kelapa Gading dan masih saja antrian ular melingkar di pagar bundar itu berlangsung ! Padahal di depan imigrasi sana juga sudah dipasang pengumuman bahwa kenaikan biaya itu tidak benar.
Mulai tahun depan akan diberlakukan paspor elektrik dan biaya pembuatannya 600 ribu, memang lebih mahal sih tapi bukan 400 % Lagipula paspor elektrik juga lebih praktis, tidak harus menunggu lama saat pengecekan di imigrasi.
Saya juga coba tanya teman saya yang pamannya bekerja di imigrasi apa kenaikan biaya itu benar (salah satu orang yang tidak percaya dengan pejabat negara, sampai tanya berkali-kali ). Pamannya tidak tahu tapi menawarkan untuk membantu, dia bisa menghubungi temannya di imigrasi Kelapa Gading sehingga saya tidak perlu mengantri, dengan biaya yang sama . Tawaran yang menggiurkan mengingat tidak harus meniru gaya maling jemuran hehehe…..Tapi akhirnya saya tolak, sungkan juga rasanya menerima bantuan seperti itu.
Jadi, saya memutuskan membuat paspor tahun depan, saat antrian sudah tidak seheboh sekarang. Lagipula lebih praktis khan dengan paspor elektrik dan saya orang pertama dalam keluarga yang akan punya paspor elektrik ! Halah……..Nggak penting banget yach
Udah selesai UAS dan minggu remidial udah lewat (apapun hasilnya yang penting udah lewat ! ). Akhirnya bisa bersantai dan kembali membuka buku resep (dan searching di Google tentunya) :) Kali ini saya mencoba membuat poffertjes, lihat dari gambarnya sepertinya enak, bulat-bulat kecoklatan ditaburi gula halus dan dimakan selagi hangat, ini hasilnya fresh from the kompor
yummy ! ^_^
Bahan :
150 gram terigu Segitiga Biru
200 ml susu cair
1/2 sdt ragi instan
1 sdm margarin, cairkan
1/4 sdt garam
1/4 sdt vanili
1 sdt baking powder
3 butir telur
1 sdm gula pasir
Cara membuat :
1. Campur terigu, ragi, gula,baking powder dan susu, aduk rata
2. Tambahkan vanili, garam dan telur, aduk rata. Masukkan margarin cair, aduk rata
3. Diamkan adonan 30 menit
4. Tuang adonan 3/4 cetakan, angkat kalau sudah kecoklatan, sisihkan
5. Tuang adonan 1/2 cetakan, saat setengah matang taruh adonan pertama di atasnya, masak sampai kecoklatan
6. Angkat, taburi gula halus
Herlina
11:34 am on 12 December 2010 Permalink
| Reply Tags: ankle support, arthritis ( 2 ), knee support, lutut, penopang sendi, pergelangan kaki, rematik, rheumatoid, sendi
Beberapa minggu yang lalu saya menemani ponakan saya, Jason, mencari roller blade di sebuah toko olahraga pada sebuah mal. Waktu Jason sedang melihat-lihat, saya iseng keliling toko dan melihat alat penopang sendi (semacam kain pembalut untuk sendi lutut,pergelangan kaki / tangan,leher, dsb.Biasanya dipakai atlet atau orang yang mengalami cedera sendi. Lupa nama persisnya apa :p). Saya sudah lama tahu ada alat ini tapi entah kenapa baru saat itu terpikir mungkin alat ini bisa membantu saya agar bisa berjalan lebih lama dan mengurangi sakit di lutut dan pergelangan kaki saya setelah berjalan lama
Dengan arthritis rheumatoid yang saya derita sejak usia 5 tahun, rasa sakit pada lutut dan pergelangan kaki saya cukup menyiksa kalau saya berjalan lama (seperti misalnya keliling Mangga Dua selama 4 jam bersama kakak saya :p). Harga alat ini bervariasi, yang saya lihat waktu itu antara 60 ribu – 115 ribu. Saya pikir kalau bukan di mal mungkin harganya lebih murah dari itu (apalagi kalau di Pasar Pagi Mangga Dua hahaha….), maka saya tidak membeli di toko itu.
Besoknya saya titip kakak saya untuk membeli alat ini karena dia lewat toko olahraga di daerah Kelapa Gading setiap mengantar Jason sekolah. Ternyata harganya 50 ribu, lumayan, lebih murah 10 ribu hehehe…….
ankle support
Kesempatan untuk menguji kegunaan alat ini datang waktu saya janjian ketemu teman semasa kuliah dulu. Kami janjian ketemu di tengah-tengah dan di tempat yang dilalui jalur busway :p. Akhirnya sepakat ketemuan di Sarinah. Cocok banget nih untuk menguji alat ini karena halte Sarinah juga pakai tangga untuk naik turunnya (bukan sekedar jalan menurun atau naik yang tanpa undakan itu), lumayan menambah “derita” buat lutut saya :p
Kami ketemuan kurang lebih 5 jam, meliputi 2x makan, 1x nonton (film terjelek yang pernah saya lihat), putar-putar lihat baju dan ngobrol tentunya. Nah, saat mau tidur malam, saya baru teringat kalau lutut saya tidak sesakit biasanya seperti kalau saya habis berjalan lama, berarti memang alat ini bermanfaat mengurangi rasa sakit di lutut saya. Senangnya !
O iya, kalau mau pakai alat ini sebaiknya untuk berjalan atau bergerak dalam waktu lama saja. Saya pernah keterusan memakainya waktu mengajar les, waktu itu saya baru pulang dari bepergian dan saya langsung memberi les tanpa melepasnya, ternyata setelah beberapa jam betis dan paha terasa kemeng alias pegal-pegal
Gara-gara pemberitaan bahwa biaya pembuatan paspor akan naik 400 % tahun depan, saya memutuskan bikin paspor di imigrasi Kelapa Gading setelah selama ini selalu ditunda (rasakan akibatnya !). Saya memang memutuskan mengurus sendiri tanpa biro jasa atau calo karena menurut kabar yang beredar, pimpinan kantor imigrasi Kelapa Gading adalah wanita dan tegas sehingga anak buahnya segan untuk menyelewengkan jabatan (satu lagi bukti pemimpin yang lurus membawa anak buahnya ke jalan yang benar).
Tapi sungguh tak dinyana dan tak diduga (lebay), antriannya kayak ular melingkar di pagar bundar ! Ternyata bukan cuma saya yang baca berita itu (tentang kenaikan biaya dan kelurusan pemimpin kantor imigrasi Kelapa Gading).
Beberapa hari sebelumnya saya ke sana sekitar jam 11 siang, memang ramai tapi saya tidak terlalu memikirkannya, cuma ambil form, tanya surat-surat yang harus saya siapkan dan pulang. Lagipula kantor imigrasi ini cuma di sebuah ruko nan sempit dan pengap, wajar aja kalau berjubel begitu saya pikir.
Saya diberi daftar surat-surat yang harus disiapkan, fotocopy dan asli KTP, akte kelahiran, ijasah SD/SMP/SMA (ijasah kuliah malah nggak boleh karena nggak ada nama ibu), kartu keluarga dan diminta SPM 1 (nggak tahu ini kepanjangannya apa) karena di kartu keluarga ternyata saya ditulis KARYAWATI. Saya baru tahu juga kalau saya ditulis karyawati karena saya ikut kartu keluarga kakak saya dan seumur-umur baru kali itu lihat kartu keluarganya
SPM 1 ini harus diminta di kelurahan, maka besoknya saya pergi ke kelurahan dengan membawa berbagai macam surat mulai dari KTP sampai surat baptis (takut nanti ribet bolak-balik kalau diminta surat macam-macam lagi). Dan ternyata…..petugas kelurahan minta surat pengantar dari RT dan RW ! Tahu aja dia kalau surat itu pasti saya belum punya :p
Saya sih nggak menyalahkan aturan yang ribet ini, saya tahu me-maintenance satu manusia aja repotnya minta ampun apalagi mengurus orang se-Indonesia raya !
Setelah saya pikir-pikir, repot amat harus minta segala macam surat yang belum tentu juga setelah saya penuhi SPM 1-nya langsung keluar. Maka saya mengambil jalan pintas, minta dibuatkan surat rekomendasi dari perusahaan tempat kakak saya bekerja Selalu ada jalan lain ke Roma hehehehe….
Jadi, besok paginya dengan semangat 45 saya menuju kantor imigrasi, semua surat lengkap, asli plus fotocopy. Begitu sampai di depan kantornya (jam 9 pagi), terlihat beberapa orang berdiri di depan, saya pikir biasaaaaa, lha wong kantornya segede itu pantaslah kalau ada yang nunggu di luar. Saya kemudian masuk ke dalam, dengan susah payah menyelipkan badan saya yang mungil, sesak dan pengap, saya sampai bingung mau tanya siapa atau ke arah mana untuk menyerahkan berkas. Akhirnya saya colek ibu-ibu terdekat terus saya tanya, ” Bu, lagi antri mau taruh berkas juga ya? “ jawab si ibu, ” Nggak, cuma mau tanya syarat-syarat bikin baru”. Salah colek nih…..Tiba-tiba ada bapak-bapak di belakang saya bilang, “Kalau mau taruh hari ini udah nggak bisa, udah 100 orang, harusnya antri dari jam 6 atau 5 tadi “. Ya ampun……nih mau taruh berkas atau maling jemuran sih, pagi beneeeeerrrr….
Dengan lemah lunglai dan lemas (semakin lebay) saya pulang. Mungkin mau mencoba peruntungan di imigrasi Menteng minggu depan
O iya, buat info aja kalau bikin paspor di biro jasa (travel agent) biayanya sekitar 800 ribu, kalau pakai calo 750 ribu (harga bersaing :p) dan kalau ngurus sendiri 270 ribu plus 13 ribu biaya beli map dan materai di depan kantor imigrasi Kelapa Gading.
1. Rebus kepiting dalam air mendidih sampai mati (ini agak sadis, kalau nggak tega lebih baik suruh orang lain yang merebus). Angkat,cuci bersih,buang capitnya
2. Goreng kepiting dalam minyak panas sampai matang dan kering, angkat dan tiriskan
Abis cari-cari resep kue tiba-tiba terpikir mau nulis blog resep masakan Resep pertama adalah kepiting saos padang ! Daripada beli di resto yang harganya mahal beneeeeerrr mending bikin sendiri. Beli kepiting 50 ribu (kalau di resto harganya bisa 120 ribu/ekor) terus diolah sesuai selera deh
O ya, tips dalam memasak adalah santai aja, selalu siap memodifikasi (ingat pepatah tak ada rotan akarpun jadi). Kalau ada salah satu bumbu atau bahan yang nggak ada, jangan ragu untuk menggantinya. Semisal di resep pakai tomat tapi ternyata lupa beli tomat ya boleh aja diganti saos tomat, tapi jangan coba-coba mengganti tomat dengan jambu air, beda jauh !
Dan yang terpenting adalah, memasaklah dengan CINTA . Saya sering mengandalkan mood untuk memasak, kalau mood lagi bagus masakan juga jadi enak. Ini salah satu sebab saya dicomplain oleh kakak saya karena sudah beberapa bulan ini saya mogok masak, maklum baru habis putus hahahahaha…..Memasak adalah seni, bukan ilmu pasti jadi selalu andalkan feeling dan tambahkan cinta pasti masakan akan selalu enak disantap
Ok, silakan dilihat resep kepiting saos padang pada blog di atas ini Selamat mencoba……
i love cooking.. tapi cuma sekedar ‘obrak abrik’ dapur di rumah, ngabisin isi kulkas, ngotorin wajan. hehe.. pengen banget jago masak.. soalnya saya kalo bikin makanan atau masakan sih kebanyakan bumbunya instan
Mengikuti saran dari teman saya, Cita the devil’s kid, saya akan membuat list lagu Top Ten, tentu saja dengan versi yang lebih waras (bukan list lagu-lagu yang aneh bin ajaib seperti yang ditulisnya :p )
List ini memuat lagu produk dalam negeri yang menurut saya membuat pendengarnya termehek-mehek (apalagi kalau dengarnya habis putus sama pacar, malam hari, hujan deras, nggak bisa pulang ke rumah karena banjir plus kelaparan karena nggak sempat makan siang).
Mari kita mulai……O iya, list ini tidak disusun berdasarkan urutan, cuma berdasarkan ingatan dan seketemunya aja di youtube
1. Andaikan Kau Datang Kembali – Ruth Sahanaya
Waktu dengar lagu ini, saya bisa membayangkan kegundahan hati penciptanya, serba salah gitu deh. Di awal aja liriknya sudah bilang “Terlalu indah dilupakan, terlalu sedih dikenangkan…..” . Kebayang khan betapa nggak enaknya perasaan itu…….
2. Cinta Sudah Lewat – Kahitna
Lagu-lagu Kahitna memang hampir semua bertema cinta dan kebanyakan mellow abis (kadang menjurus gombal :p). Klip ini mungkin video klip Indonesia pertama yang ada adegan kissingnya (Toraaaaa….!). Heran juga nggak kena sensor, biasanya khan ada aja tuh lembaga nggak jelas yang ribet ngurusin hal-hal gini. Mungkin karena adegan kissingnya kurang lama :p
3. Tercipta Untukku – Ungu
Lagu ini enak didengar dan liriknya cukup mellow tapi kalau didengar lama-lama terasa gombal hehehehe……Mungkin penilaian saya agak bias karena saya nggak simpati dengan kehidupan pribadi sang vokalis, halah…..
4. Cinta – Melly Goeslow & KD
Cinta dari sudut yang agak berbeda….tapi tetap cinta. Liriknya berkesan buat saya…..cinta tegarkan hatiku…..di dekat engkau aku tenang……Bisa aja nih Melly bikin lirik hehehehe
5. Malaikat Juga Tahu – Dewi Lestari
No comment deh nih lagu. Malaikat juga mellow dengar lagu ini….
6. Sempurna – Andra and The Backbone
Ok, lagu ini memang nggak masuk kategori mellow, saya cuma suka aja lagu ini xixixixixi…… (penulis yang nggak konsisten dengan judul dan menyesatkan pembacanya)
7. Seperti yang Kau Minta – Peterpan
Memang nggak se-mellow kalau dibawakan Chrisye tapi berhubung saya nggak menemukan klip yang bagus dari Chrisye jadi semoga cukup puas dengan klip ini, minimal liriknya masih sama Ini salah satu lagu ciptaan Pongky, spesialis pencipta lagu-lagu mellow. Lagu ini sedikit mengingatkan akan kesedihan saya…..Maafkan aku tak bisa memahami maksud amarahmu……Aku tahu dia yang bisa menjadi seperti yang engkau minta……Curcol :p
8. Pergilah Kau – Sherina
Saya suka dengan melodinya. Cerita pengkhianatan yang dituturkan dengan enak
9. Cinta di Ujung Jalan – Agnes Monica
Ini juga lagu yang mengingatkan pada seseorang…..aku sangat mengenalmu, dulu kau tak begitu……kau bintang di hatiku…..Curcol bagian II :p. (penulis yang semakin menyesatkan, lama-lama isinya curhat ini mah…….)
10. Hanya Satu – Mocca
Kalau dengar lagu ini nggak mellow berarti hatinya udah mati rasa
Bonus : Aku Ingin – Sapardi Djoko Damono
Ini adalah sajak favorite saya sepanjang masa, yang dimusikalisasi dengan sangat indah. Salute to Sapardi Djoko Damono !
Iiihh… kakakmu miriiip sama daku..
Aku udh beli berbagai bentuk alat pel, dan skrg sdg terpesona sm magic mop.
Layak beli gak sih? bingung pula ada easy mop, magic mop, tornado, perfecy mop.. pusying milihnya