Updates from January, 2010 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Herlina 10:25 am on 18 January 2010 Permalink | Reply
    Tags: aktivitas, anak, cerita, fokus, , , membaca, menulis, passion, penulis   

    Passion….Menurut kamus yang saya baca, arti kata ini adalah a powerful emotion. Kata ini saya temukan dalam salah satu buku Adi W. Gunawan ( idola baru kakak saya, Evi :p), menurut beliau passion sangat penting dalam rangka mencapai apa yang kita inginkan. Terus terang, buku ini belum selesai saya baca karena saya lama berhenti untuk merenungkan bagian ini dan karena harus rebutan dengan kakak saya :) Maklum deh dia yang punya buku, saya cuma pinjam hehehehehe……Pengen beli tapi kok ya sayang karena harganya lumayan mahal dan kalau mau baca tinggal ambil di lemari, tapi ya itu, gantian hehehehehehe…..

    Kembali ke soal passion, setelah saya renungkan bener juga ya, setiap orang harus tahu apa passion mereka. Apa yang membuat mereka bersemangat dan fokus dalam mengejar impian, apa keinginan terdalam yang mendorong untuk terus maju serta tetap gembira ketika menjalani prosesnya. Ketika kita sudah tahu apa passion kita, akan lebih mudah mewujudkan keinginan kita karena segenap energi dicurahkan untuk keinginan itu. Dan menurut hukum daya tarik, apa yang kita pikirkan itulah yang kita dapatkan, bahkan alam semestapun mendukung keinginan kita :)

    Di dalam bukunya (Quantum Life Transformation, halaman 74-75), Adi W. Gunawan juga menuliskan apa saja ciri-ciri bahwa kita telah menemukan passion, yaitu :

    1. Kita menyukai pekerjaan / aktivitas itu

    2. Kita menikmati melakukan pekerjaan / aktivitas itu

    3. Kita mau melakukan pekerjaan / aktivitas itu meski tidak dibayar

    4. Kita merasa mudah melakukannya, sedangkan orang lain merasa sulit

    5. Semakin sering kita melakukannya, kita menjadi semakin baik di bidang pekerjaan itu

    6. Kita sering dipuji orang karena melakukannya (pekerjaan ini dapat kita lakukan dengan baik)

    7. Kita selalu bersemangat saat membicarakan pekerjaan / aktivitas itu

    8. Kita selalu bersemangat dan memiliki energi besar saat melakukan pekerjaan / aktivitas itu

    9. Kita fokus pada pekerjaan / aktivitas itu

    10. Kita terus belajar dan mengembangkan diri di bidang pekerjaan itu

    11. Kita sering lupa waktu saat melakukan pekerjaan / aktivitas itu karena begitu senang dan asyiknya

    12. Kita merasa puas ketika melakukan pekerjaan / aktivitas itu

    13. Kita merasa bangga saat melakukan pekerjaan / aktivitas itu

    14. Kita mudah mempengaruhi orang dalam bidang pekerjaan / aktivitas itu

    Lama saya memikirkannya……Biasa deh, proses loading yang lama :p. Apa ya passion saya….Kalau ditanya aktivitas apa yang saya sukai, itu mudah, saya suka membaca dan menulis. Dua kegiatan inilah yang sering membuat saya lupa waktu, ekstremnya kalau diminta membaca dan menulis dari matahari terbit sampai bulan muncul saya betah-betah saja :) Saya jelas mau melakukan kedua hal itu tanpa dibayar, memang hobi kok. Tapi rasanya saya belum mengembangkan diri dalam kedua bidang itu…….

    Saya memang bisa membaca sebuah buku dengan cepat tapi rasanya nggak terlalu luar biasa juga, banyak orang yang bisa seperti itu. Saya juga suka menulis, menuangkan apa yang saya pikir dan rasakan dengan deretan kata, bahkan kalau boleh saya lebih memilih menulis daripada berbicara. Jaman SMP dan SMA dulu saya sering menulis puisi dan ada beberapa teman yang bilang puisi saya lumayan bagus :) Nggak terlalu bangga sih cuma masuk kategori lumayan hehehehehe…..Tapi waktu ada penerbitan buku kumpulan puisi oleh Ekskul jurnalistik waktu di SMA kok puisi saya tidak lolos ya…..( catatan buat saya : luka batin ini harus disembuhkan :p)

    Perenungan saya terus berlanjut……Dan tiba-tiba saya ingat dan diingatkan pada keinginan lama saya, menjadi penulis cerita anak :) Ketika SMA saya pernah bilang pada teman saya Icha, ” Cha, gue pengen jadi penulis cerita anak tapi gue nggak bisa menggambar…..” dan teman saya langsung bilang, ” Lo kerjasama aja sama orang yang bisa menggambar “. Pintar khan teman saya itu :)

    Hingga kini keinginan itu belum terwujud dan beberapa minggu yang lalu saya diingatkan pada keinginan itu oleh kakak saya, Evi. Saya jadi membayangkan, pasti menyenangkan sekali kalau saya menjadi penulis cerita anak. Dunia menulis begitu luas dan tak terbatas, dunia anak begitu sarat dengan imaginasi dan warna….Seandainya saya bisa berkarya dengan menggabungkan kedua bidang itu betapa senangnya :)

     
    • dede 2:02 pm on 19 September 2011 Permalink | Reply

      coba di usahakan untuk merealisasikannya,.. saya blm punya passion, dan msh bingung sebenarnya ini passion ato bkn

      • Herlina 8:17 am on 20 September 2011 Permalink | Reply

        iya, masih berusaha mewujudkannya :) kenapa bingung ?

  • Herlina 9:56 am on 6 January 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , main, monopoli, uno   

    Hanya Keinginan yang Kuat 

    Supaya anak-anak les nggak stres & bosan ketika belajar, saya sering mengajak bermain setelah mereka selesai mengerjakan PR atau belajar. Bermacam-macam mainan saya sediakan, mulai dari kartu uno, uno stacko, monopoli, mancala (dakon/congklak), ular tangga, halma, othello sampai catur ! Yang terakhir ini terus terang paling saya hindari, kalau boleh memilih saya mendingan nggak menemani main catur karena bisa-bisa gantian saya yang stres he-he-he-he-he…..Maklumlah, nggak suka berlama-lama konsentrasi mikir :p. Kadang mereka juga membawa mainan sendiri, bahkan ada yang pernah membawa sepatu roda ! Ampun deh, bingung saya, kok bisa ya…..Mungkin karena mereka pikir tempat lesnya cukup luas untuk main sepatu roda :)   Sempat khawatir juga karena sepatu rodanya dipakai sambil naik turun tangga ! Percaya khan kalau anak-anak tidak pernah khawatir seperti kita orang dewasa :p. Catatan buat saya kalau punya anak : periksa isi tas mereka sebelum keluar rumah …….

    Salah satu anak les saya, Tobias, adalah yang paling muda, kelas 2 SD. Setiap kali datang les yang pertama dia bilang, ” Hari ini main apa ci ? “.  Langsung, terus terang dan tanpa basa basi :) Sering dia ngambek sampai-sampai berurai air mata karena ngotot ” Hari ini cuma maen ya ci, nggak pake belajar…” Kalau sudah begini saya cuma bisa menarik nafas dan ngomong dalam hati, “Sabar, tenang….inget, dia cuma anak-anak , lagipula ini khan cuma 2 jam :)

    Kemarin, saya dan Tobi main monopoli, salah satu mainan kesukaannya karena mainnya lama :) Senangnya jadi anak-anak…..Setengah jam lebih kami main, kebetulan anak les lain belum datang waktu itu dan sekarang rumahnya dekat jadi Tobi boleh pergi dan pulang sendiri dari tempat les. Dari awal permainan Tobi bilang kalau dia pengen punya Afrika dan Australia karena dendanya mahal kalau saya menginjak di sana. Baru sekitar 15 menit main, Tobi berhasil mencapai Afrika, ” Aku dapet ! Aku beli ya ci ! “. Lucu aja liat ekspresinya, segitu semangatnya cuma karena sebuah kolom bertuliskan AFRIKA :)

    it will survive...

    Semakin lama semakin banyak negara yang dibelinya tapi Tobi masih penasaran banget karena belum bisa dapat Australia. Akhirnya anak les saya yang lain, Michael, datang. Saya bilang, ” Tobi, mainnya dilanjutin besok ya, sekarang cici mau ngajarin koko Michael dulu “. Dengan muka jelek Tobi langsung protes, ” Nggak ah ci, aku khan belum dapet Australia !  Pokoknya aku nggak mau udahan kalo belum dapet ! “. Wah, ribet nih, mau main sampai kapan nunggu Tobi kebeli Australia….Untungnya Michael cukup pengertian karena memang sudah kelas 6 SD dan cukup mampu kalau diminta belajar sendiri. “Michael, belajar sendiri dulu ya, 10 menit “, saya meminta waktu sambil cari akal untuk menyudahi permainan. Tiba-tiba, ” Cici….! Liat nih ! Aku sampe di Australia ! Aku beli ! Tapi kok mahal ya, uangku nggak cukup….” Ha-ha-ha-ha-ha…….Saya cuma bisa ketawa, dari tadi ngotot mau beli Australia tapi ternyata uangnya kurang :) ” Ya udah deh, aku jual nih Amerika, Hong Kong, Singapore……Afrika juga deh “ Ceria banget wajahnya waktu saya kasih kartu hak milik Australia, ekspresi puas di wajahnya karena berhasil dapat yang dia mau. Saya juga lega, akhirnya bisa menyudahi permainan dan ganti ngajarin Michael.

    Tobias dan Rafael :)

    Saya jadi berpikir, mungkin sesekali saya juga harus seperti Tobi, ngotot demi mendapat yang saya mau, demi meraih impian saya. Kadang cuma perlu keinginan yang kuat untuk memperoleh sesuatu. Cukup ngotot untuk bilang, ” Saya nggak mau udahan kalo belum dapet ! “, cukup ngotot untuk mengorbankan yang saya miliki demi keinginan yang lebih besar itu bahkan cukup ngotot sampai rela melepas impian yang satu demi impian yang ini…..

    Kalau keinginannya cukup besar,

    halangannya tidak akan berarti

    ( saya lupa ini kata-kata siapa, yang pasti ada di Chicken Soup for the Soul :p)

     

     

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 33 other followers