Di Sini Telah Dimakamkan
Sengaja dipilih pagi hari menjelang siang pada saat libur untuk upacara pemakaman ini, lebih santai dan nggak bercucuran keringat di bawah matahari siang. Dua hari sebelum upacara semua telah disiapkan, terutama persiapan mental dan satu orang teman sebagai saksi pemakaman, bantu-bantu gali tanah sekaligus penghibur, siapa tahu setelah pemakaman perlu teman hang out buat mengurangi kesedihan.
Lubang 40 cm x 40 cm rasanya cukup, dalamnya juga 40 cm, supaya berkesan simetris. Peti kecil itu kemudian diturunkan perlahan.
” Supaya lebih mantep, pake kata-kata terakhir donk, doa kek. Lo atau gw nih ?” kata si teman sambil memegang sekop mungil.
” Gw aja deh “, kata si pemilik peti dengan muka sok tegar.
” Ya udah, mulai deh ” * jongkok, masih sambil megang sekop*
” Hmmm… Di sini telah dimakamkan, sebuah Kenangan….. yang berisi cerita sedih, senang, lucu, mendebarkan, memalukan dan memilukan. Cerita itu hanya tujuh bulan tapi Kenangan telah menyimpannya selama dua tahun sebelum akhirnya Kenangan menghembuskan napas terakhir. Kenangan adalah sahabat yang setia tapi menyebalkan, lebih sering menayangkan kisah sedih daripada gembira, mungkin karena Kenangan nggak happy endingnya. Biarpun begitu, Kenangan udah banyak membantu gw melewati tahap-tahap berduka ‘n mempersiapkan gw buat menghadapi pemakaman ini. Semoga Kenangan dapat beristirahat dengan tenang dan yang ditinggalkan dapat terus melanjutkan hidupnya, menciptakan kebahagiaan buat dirinya sendiri dan orang-orang di sekelilingnya. Amin….. “
” Amin… Gw kubur ya, udah mulai panas nih ” *ngambil tanah sesekop penuh*
” Tunggu dulu ! “
” Kenapa ? ” *muka cemas, takut petinya mau dikeluarin lagi *
” Nggak jadi deh, kubur yuk “
21:34
saat gerimis, hampir tiba ke kotamu



















igasbujang 10:12 am on 23 July 2011 Permalink |
jawabanya IBU yah.. hm….
Herlina 3:54 pm on 23 July 2011 Permalink |
Bukan
igasbujang 2:53 pm on 24 July 2011 Permalink |
soalnya bisa di hubungin ama kasih sykx sorang ibu,hehe maklum lgi rindu kampung halaman.hehe
Herlina 12:07 pm on 25 July 2011 Permalink |
boleh aja sih, interpretasi bebas deh hehehe…..