Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Herlina 2:24 pm on 5 December 2011 Permalink | Reply
    Tags: cerita kehidupan, kenangan, pemakaman   

    Di Sini Telah Dimakamkan 

    Sengaja dipilih pagi hari menjelang siang pada saat libur untuk upacara pemakaman ini, lebih santai dan nggak bercucuran keringat di bawah matahari siang. Dua hari sebelum upacara semua telah disiapkan, terutama persiapan mental dan satu orang teman sebagai saksi pemakaman, bantu-bantu gali tanah sekaligus penghibur, siapa tahu setelah pemakaman perlu teman hang out buat mengurangi kesedihan.

    Lubang 40 cm x 40 cm rasanya cukup, dalamnya juga 40 cm, supaya berkesan simetris. Peti kecil itu kemudian diturunkan perlahan.

    ” Supaya lebih mantep, pake kata-kata terakhir donk, doa kek. Lo atau gw nih ?” kata si teman sambil memegang sekop mungil.

    ” Gw aja deh “, kata si pemilik peti dengan muka sok tegar.

    ” Ya udah, mulai deh ” * jongkok, masih sambil megang sekop*

    ” Hmmm… Di sini telah dimakamkan, sebuah Kenangan….. yang berisi cerita sedih, senang, lucu, mendebarkan, memalukan dan memilukan. Cerita itu hanya tujuh bulan tapi Kenangan telah menyimpannya selama dua tahun sebelum akhirnya Kenangan menghembuskan napas terakhir. Kenangan adalah sahabat yang setia tapi menyebalkan, lebih sering menayangkan kisah sedih daripada gembira, mungkin karena Kenangan nggak happy endingnya. Biarpun begitu, Kenangan udah banyak membantu gw melewati tahap-tahap berduka ‘n mempersiapkan gw buat menghadapi pemakaman ini. Semoga Kenangan dapat beristirahat dengan tenang dan yang ditinggalkan dapat terus melanjutkan hidupnya, menciptakan kebahagiaan buat dirinya sendiri dan orang-orang di sekelilingnya. Amin….. “

    ” Amin… Gw kubur ya, udah mulai panas nih ” *ngambil tanah sesekop penuh*

    ” Tunggu dulu ! “

    ” Kenapa ? ” *muka cemas, takut petinya mau dikeluarin lagi *

    ” Nggak jadi deh, kubur yuk “

     

    21:34

    saat gerimis, hampir tiba ke kotamu

     
  • Herlina 1:20 am on 13 August 2011 Permalink | Reply
    Tags: cake zebra putih telur, tips mengocok putih telur, zebra cake lembut, zebra cake putih telur   

    Cake Zebra Putih Telur 

    Setelah tertunda lama, akhirnya sempat juga  posting resep kue ini :) Saya suka kue ini, mudah & cepat pembuatannya, hasilnya juga enaaaakkkk.  Silakan dicoba :)

     

    Bahan :

    400 cc putih telur

    200 gram gula pasir

    200 gram margarin, cairkan

    175 gram terigu

    25 gram maizena

    1 sdm coklat bubuk

    Cara membuat :

    1. Kocok putih telur sampai mengembang

    2. Masukkan gula pasir sedikit demi sedikit sambil terus dikocok, matikan mixer

    3. Masukkan terigu & maizena sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dengan spatula

    4. Masukkan margarin cair, aduk rata

    5. Bagi 2 adonan, setengah bagian beri coklat bubuk

    6. Tuang adonan putih & coklat bergantian sampai habis

    7. Panggang 30 menit dengan suhu 180 C

    Tips : 

    1. Tanda bahwa putih telur sudah mengembang adalah warnanya putih mengkilap, tidak jatuh bila wadah pengocok dibalik dan kira-kira setelah dikocok selama 15-20 menit.

    2. Pilih kecepatan sedang saja untung mengocok putih telur.

    3. Saat mencairkan margarin, jangan sampai mendidih agar air & lemak tidak terpisah.

    Siap disantaaappp……! Yummy ! :)

     
  • Herlina 2:50 pm on 12 August 2011 Permalink | Reply  

    Bintang 

    hari itu, seorang malaikat melintasi bimasakti

    menunjukkan satu bintang, paling cemerlang dari semua

    terang, berkilau…….di hamparan langit gelap

    saat segalanya perlahan redup, satu bintang bersinar pasti

    tak tersadari……….

    mengisi langit beribu malam

    malaikat itu berbisik, kapanpun kamu ingin bertemu

    tunjuk saja satu bintang, dia akan selalu ada

    karena dia telah berjanji…….

    (malam, saat berbincang dengannya)

     
  • Herlina 2:46 pm on 12 July 2011 Permalink | Reply  

    Karena Dia Lebih Dulu 

    Ketika Dia memanggilku lembut,

    aku tau itu bukan karena hatiku murni

    tapi karena aku telah tersesat

    Ketika Dia mendekapku erat,

    aku tau itu bukan karena hidupku berkenan pada-Nya

    tapi karena aku telah berpaling jauh dari-Nya

    Dengan kasih sebesar itu, bagaimana bisa aku berkata tidak ?

     

    -Anonim-

     

     

     
  • Herlina 12:10 pm on 1 July 2011 Permalink | Reply  

    Someone to Lean on 

    Someone to lean on

    Someone to love

    With arms wide open

    You offer a hug

     

    Someone to cry with

    Laugh with and smile

    Someone to make every moment worthwhile

     

    When times get rough

    And my world falls apart

    You’re someone I run to

    You offer your heart

     

    From tearful shoulder

    To stomach-aching laughs

    You are someone I need

     

    You’re someone who can always

    Show me the brighter side

    And I can always tell you

    What I feel inside

     

    Someone to be thankful for

    Someone to never forget

    You’re someone special I’ll always love

    My friend……

     

    (Source : Google)

     

     
  • Herlina 6:19 am on 30 June 2011 Permalink | Reply
    Tags: birthday, birthday cake, butterfly, butterfly cake,   

    Butterfly Cake 

    A butterfly shape cake for my sister’s birthday :)

    Looks like a teenager birthday cake :p

    f.y.i : lapis surabayanya berhasil ! akhirnya…..:)

    Different birthday, person, and cake

    but always take picture at this spot hahahaha……

     
  • Herlina 4:05 pm on 27 June 2011 Permalink | Reply  

    warna….suara….tempat ini……masih saja

     
  • Herlina 6:27 am on 6 June 2011 Permalink | Reply
    Tags: susu kedelai   

    Susu Kedelai, yummy ! ^^ 

    Mumpung liburan panjang, sempat-sempatin bikin susu kedelai. Lagipula kalo liburan gini gak tau kenapa bawaannya pengen buka kulkas mulu :) Makanya bikin minuman sehat biar kalo buka kulkas paling gak ada penyeimbang cemilan-cemilan yang gak sehat (alasan aja karena sebenernya semua makanan di kulkas pasti diabisin juga :p)

    Pertama, kacang kedelai direndam air matang minimal 8 jam

    untuk menghilangkan bau langu khas kedelai.

    Pakai air matang karena airnya akan diserap kedelai.

    Yang saya buat hari ini kedelai yang udah direndam semalaman

    karena kemaren pulang belanja udah malam jadi langsung aja direndam

    trus baru tadi pagi dibuat :)

    Selanjutnya, kedelai dicuci bersih & diblender

    sampai halus.

    Beri air secukupnya (sesuai selera, makin banyak airnya makin encer hasilnya).

    Kemudian saring kedelai yang sudah halus tadi,

    bisa pakai saringan biasa atau pakai kain kalo mau benar-benar gak ada ampasnya.

    Setelah disaring, rebus air kedelai sampai mendidih dengan api kecil,

    tambahkan gula & daun pandan secukupnya.

    Sambil dimasak buang buihnya.

    Jadi deh, diminum hangat atau dingin

    sama enaknya ^_^

     
  • Herlina 2:07 pm on 4 June 2011 Permalink | Reply  

    semoga semua orang berbahagia ^^

     
    • henry 2:18 am on 22 June 2011 Permalink | Reply

      Amin, termasuk juga dirimu ;)

  • Herlina 4:14 am on 3 June 2011 Permalink | Reply
    Tags: hujan bulan juni, ,   

    Hujan Bulan Juni – Sapardi Djoko Damono 

     

    tak ada yang lebih tabah

    dari hujan bulan juni

    dirahasiakannya rintik rindunya

    kepada pohon berbunga itu

    tak ada yang lebih bijak

    dari hujan bulan juni

          dihapusnya jejak-jejak kakinya

        yang ragu-ragu di jalan itu

    tak ada yang lebih arif

    dari hujan bulan juni

    dibiarkannya yang tak terucapkan

    diserap akar pohon bunga itu

     

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 33 other followers